Review: Lemonade – Beyonce

Beyonce Has Outdone Herself With Lemonade and Soon She’ll Claim That Legendary Status With This Album.

Masih ingat ketika Beyonce Knowles Carter menggemparkan skena musik pop dan jagat maya dengan merilis album visual secara mendadak di penghujung 2013? Queen Bey Did it Again! Pada 24 April 2016 lalu Beyonce kembali menjadi topik hangat di Social Media paska merilis album visual keduanya yang bertitel Lemonade. Kehadiran album ini sudah diprediksi sejak peluncuran Single Formation pada Februari 2016 sesaat sebelum penampilan kontroversialnya di panggung Half Time Super Bowl XLVIII bersama Coldplay dan Bruno Mars. Beberapa hari sebelum merilis Lemonade, Beyonce bahkan kerap mengunggah rangkaian Teaser di akun sosial medianya tetapi tetap saja Event perilisan album keenam Beyonce ini diwarnai kepanikan dari penggemar musik pop seluruh dunia. We Weren’t Ready For This, Were We?

Album visual yang berisi dua belas lagu ini diluncurkan pertama kali di saluran HBO lalu disusul dengan Streaming secara eksklusif di Tidal (Of Course, Duh!). Tak ingin kehilangan kesempatan untuk menyabet posisi juara di Billboard Hot 200 minggu ini akhirnya Beyonce merilis juga Lemonade di iTunes dan terbukti sampai tulisan ini dibuat album tersebut sudah menjuarai tangga lagu iTunes di hampir sembilan puluh negara. Prestasi itu berhasil membuat nama Beyonce kembali bergaung dan disejajarkan bersama Adele, Sia dan Rihanna sebagai solis wanita yang sedang mendominasi iTunes Chart saat ini.

Screenshot_20160425-142709 Screenshot_20160425-143359

Lalu kenapa album Lemonade ini begitu sukses menarik perhatian penggemar musik di seluruh dunia? Bagi yang sudah menyaksikan dan mendengar album ini pasti setuju jika saya menasbihkan Lemonade merupakan karya audio visual yang artistik dan begitu megah; dengan produksi kolosal yang melibatkan banyak orang dan dana yang tidak sedikit. Secara musikalitas dan visual Lemonade adalah pengembangan dari Beyonce (2013) dengan tema dan konsep yang lebih matang dan eksekusi yang lebih baik.

Musik yang diusung dalam Lemonade lebih variatif dengan adanya unsur Urban, Trap, Alternative R&B, New Soul, Dancehall, serta Rock, Blues hingga Country/Americana yang mungkin belum pernah Beyonce sentuh sebelumnya. Lemonade bukan untuk mereka yang masih belum terbiasa dengan arah musik Beyonce yang kini lebih eksploratif. Album ini kelam dan sekaligus penuh emosi jadi penggemar lagu-lagu Pop/R&B renyah dari Beyonce seperti Love On Top, XO, Irreplaceable atau Halo harus rela gigit jari. Musisi-musisi besar Multi-Genre seperti Diplo, Emile Haynie, MNEK, Wynter Gordon, James Blake, The Weeknd, Kendrick Lamar hingga Jack White turut andil dalam menghasilkan warna tersendiri di album ini.

Screenshot_20160425-144842 Screenshot_20160425-145331 Screenshot_20160425-145846

Lemonade terdiri dari beberapa bagian cerita yang masing-masing saling berkaitan hingga membentuk satu narasi tentang pergulatan batin seorang wanita dengan problemantika rumah tangga hingga akhirnya menemukan pembelajaran yang berharga dari segala percobaan yang mendera. Apakah Beyonce bertutur soal rumah tangganya bersama Jay Z yang selalu ramai dengan gosip ketidaksetiaan dan perceraian? Bisa jadi, banyak lirik nyinyir yang referensinya mengarah pada Jay Z. Tidak heran album ini terasa sangat personal dan Beyonce mampu dengan baik menjabarkan emosi dari tiap lagunya. Ya, Beyonce bukan hanya sekedar menyanyi tetapi menjadi seorang Story-Teller di album ini.

Kisah Beyonce dalam Lemonade ini disinergikan dengan sajian visual yang saling mengisi dengan materi lagunya sehingga pesan yang disampaikan semakin terasa. Narasi yang dibacakan Beyonce dalam pertunjukan visual Lemonade diadaptasi dari puisi karya penulis asal Somalia, Warsan Shire. Sajian visualnya sendiri dikerjakan oleh Beyonce dibantu oleh sutradara-sutradara hebat mulai dari Kahlil Joeseph, Melina Matsoukas, Todd Tourso, Dikayl Rimmasch, Jonas Akerlund hingga Mark Romanek. Nama-nama yang berkompetensi di bidang penyutradaraan tersebut membuat karya visual Lemonade menjadi sajian sinematik yang memukau dengan teknis yang profesional dan tata sinematografi yang indah di berbagai Scenes.

Screenshot_20160425-152807 Screenshot_20160425-151120 Screenshot_20160425-153500

Tidak hanya menjabarkan liriknya dalam bentuk visual, Lemonade juga seolah menjadi sarana untuk Beyonce memantapkan dirinya sebagai ikon feminisme di ranah musik pop dengan menyematkan berbagai simbol yang kali ini tidak sekedar berteriak soal kesetaraan gender tetapi lebih berat dengan unsur sosial politik di dalamnya. Beyonce sedikit mengarahkan Spotlight kepada masalah rasisme, diskriminasi terhadap wanita kulit hitam dan Black Lives Matters. Dalam Lemonade juga terdapat banyak simbolisasi kultur dan budaya Afro-Amerika, seakan Beyonce ingin menunjukkan kecintaan terhadap akarnya. Mengangkat isu politik ini sungguh langkah yang cukup berani diambil oleh Beyonce sebagai seorang ikon musik pop. Tidak salah tetapi rasanya memang cukup riskan.

Dengan segala kompleksitasnya Lemonade merupakan karya yang kohesif dan solid secara musikal dan visual. Kemampuan Beyonce dan timnya menggodok konsep dengan eksekusi yang cukup baik patut diacungi jempol. Lemonade juga menjadi karya pop yang terasa revolusioner di dekade 2010-an ini. Tidak banyak bintang pop besar dengan pengaruh yang Massive membuat karya dengan tema yang begitu kaya. Tidak hanya mengangkat tema tentang cinta tetapi ada unsur Heritage, kultur dan budaya serta isu sosial politik di dalamnya yang kemudian dikemas dalam sajian yang seambisius visual album Lemonade ini. Beyonce Has Outdone Herself With Lemonade and Soon She’ll Claim That Legendary Status With This Album. Tidak berlebihan bukan jika saya meramalkan album ini akan menjadi salah satu album terbaik dan Timeless dalam sejarah musik pop?

Screenshot_20160425-163125 Screenshot_20160425-163419 Screenshot_20160425-165358

LEMONADE – Beyonce | (4,5/5)

Buy/Stream ‘Lemonade’ on iTunes: HERE

Lemonade Trailer:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s